Dalam pengiriman impor via laut, sering terdengar aturan: minimal impor 0.1 CBM. Banyak importir pemula bertanya, apakah ini aturan resmi atau hanya kebijakan forwarder?
Jawabannya:
Minimal 0.1 CBM biasanya adalah ketentuan dari jasa forwarder, bukan aturan pemerintah.
Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu 0.1 CBM?
CBM (Cubic Meter) adalah satuan volume dalam pengiriman laut.
Rumus menghitung CBM:
Panjang (m) × Lebar (m) × Tinggi (m)
Contoh:
Jika ukuran karton 50 cm × 40 cm × 50 cm:
0.5 × 0.4 × 0.5 = 0.1 CBM
Artinya, satu karton ukuran tersebut sudah memenuhi minimal volume 0.1 CBM.
Kenapa Banyak Forwarder Mewajibkan Minimal 0.1 CBM?
1. Efisiensi Biaya Operasional
Forwarder memiliki biaya tetap seperti:
- Biaya gudang
- Biaya handling
- Biaya dokumen
- Biaya administrasi
Jika volume terlalu kecil (misalnya 0.02 CBM), biaya operasional tetap sama, sehingga tidak efisien.
Karena itu, banyak forwarder menetapkan minimum charge 0.1 CBM.
2. Standar Perhitungan LCL
Pada pengiriman LCL (Less than Container Load), perhitungan biaya biasanya berbasis CBM.
Jika volume kurang dari 0.1 CBM, biasanya tetap dihitung 0.1 CBM.
Jadi walaupun kirim 0.03 CBM, biaya tetap dihitung 0.1 CBM.
3. Menghindari Pengiriman Terlalu Kecil
Pengiriman terlalu kecil bisa:
- Berisiko hilang
- Sulit ditangani di gudang
- Tidak efisien secara logistik
Karena itu minimal volume membantu menjaga standar operasional.
Apakah Bisa Impor di Bawah 0.1 CBM?
Secara teknis bisa, tetapi:
- Biaya tetap dihitung 0.1 CBM
- Tidak lebih murah
- Kadang ditolak forwarder tertentu
Jika volume sangat kecil, biasanya lebih cocok menggunakan:
- Pengiriman udara
- Jasa titip (jastip)
- Konsolidasi dengan barang lain
Cocok untuk Siapa Minimal 0.1 CBM?
Minimal 0.1 CBM cocok untuk:
✔️ Importir pemula
✔️ Reseller kecil
✔️ Pengiriman sample skala kecil
✔️ Trial order sebelum produksi besar
Volume ini masih tergolong kecil dan aman untuk LCL.