Dalam bisnis impor, semua orang tentu ingin biaya lebih hemat. Namun, menghemat biaya impor tidak boleh dilakukan sembarangan. Jika salah strategi, barang bisa tertahan, proses jadi lama, bahkan biaya tambahan justru membengkak.
Karena itu, penting memahami cara menghemat biaya impor tanpa mengganggu proses pengiriman dan bea cukai. Hemat bukan berarti asal murah, tetapi tahu bagian mana yang bisa ditekan tanpa menimbulkan risiko.
Kenapa Biaya Impor Bisa Membengkak?
Biaya impor tidak hanya berasal dari harga barang. Ada banyak komponen lain yang perlu dihitung, seperti:
- ongkir internasional
- ongkir domestik China
- biaya packing
- pajak impor
- biaya forwarder
- storage charge
- biaya handling
- biaya pengiriman lokal
Jika tidak dihitung sejak awal, biaya kecil yang terlewat bisa membuat total modal menjadi lebih besar dari perkiraan.
1. Pilih Produk yang Ringan dan Tidak Terlalu Besar
Salah satu cara paling sederhana untuk menghemat biaya impor adalah memilih produk dengan ukuran dan berat yang efisien.
Barang yang terlalu besar atau berat akan membuat ongkir lebih mahal, terutama jika dihitung berdasarkan volume atau CBM.
Untuk pemula, pilih produk yang:
- ringan
- tidak mudah rusak
- tidak membutuhkan packing khusus
- tidak memakan banyak ruang
- mudah dikirim lewat udara atau laut
Semakin efisien ukuran barang, semakin mudah biaya impor dikontrol.
2. Hitung CBM Sebelum Membeli Barang
Banyak importir hanya fokus pada harga produk, tetapi lupa menghitung volume barang.
Padahal dalam pengiriman laut, biaya sering dihitung berdasarkan CBM. Jika barang terlihat murah tetapi volumenya besar, ongkir bisa menjadi mahal.
Sebelum checkout, minta seller memberikan data:
- panjang karton
- lebar karton
- tinggi karton
- berat kotor
- jumlah karton
Dengan begitu, Anda bisa memperkirakan biaya kirim sebelum barang dikirim.
3. Gabungkan Barang dari Seller yang Sama
Jika Anda membeli beberapa item dari satu seller, usahakan barang dikirim sekaligus dalam satu pengiriman.
Menggabungkan barang dari seller yang sama bisa membantu menghemat:
- ongkir domestik China
- biaya handling
- biaya administrasi
- waktu koordinasi
Namun, pastikan barang yang digabung masih dalam kategori yang sama atau tidak berisiko tinggi. Jangan asal gabung barang berbeda kategori hanya demi hemat ongkir.
4. Jangan Campur Barang Berbeda Kategori
Menggabungkan barang memang bisa hemat, tetapi mencampur terlalu banyak kategori justru bisa mengganggu proses impor.
Misalnya dalam satu kiriman ada:
- elektronik
- kosmetik
- fashion
- makanan
- barang mengandung baterai
Jika salah satu barang bermasalah, seluruh kiriman bisa ikut tertahan. Akibatnya, biaya gudang, pemeriksaan, dan waktu tunggu bisa bertambah.
Jadi, hemat yang aman adalah menggabungkan barang secara rapi, bukan asal campur.
5. Gunakan Jalur Pengiriman yang Sesuai
Tidak semua barang harus dikirim via udara, dan tidak semua barang cocok via laut.
Pengiriman udara biasanya lebih cepat, tetapi lebih mahal. Cocok untuk barang kecil, ringan, dan urgent.
Pengiriman laut biasanya lebih hemat untuk barang dengan volume besar, tetapi waktu pengiriman lebih lama.
Pilih jalur berdasarkan:
- berat barang
- volume barang
- urgensi kebutuhan
- jenis produk
- risiko regulasi
Dengan memilih jalur yang tepat, Anda bisa menghemat biaya tanpa mengorbankan kelancaran proses.
6. Hindari Barang yang Berisiko Lartas Jika Belum Siap Dokumen
Barang yang termasuk lartas atau semi lartas bisa membutuhkan izin tambahan. Jika Anda belum siap dokumen, barang berisiko tertahan dan menimbulkan biaya tambahan.
Untuk menghemat biaya, terutama bagi pemula, sebaiknya pilih barang yang lebih sederhana dan tidak memerlukan izin khusus.
Ini membantu proses impor lebih lancar dan mengurangi risiko biaya tidak terduga.
7. Siapkan Invoice dan Packing List dengan Benar
Dokumen yang rapi bisa membantu proses bea cukai berjalan lebih lancar.
Minimal, pastikan Anda memiliki:
- invoice
- packing list
- bukti pembayaran
- data berat dan dimensi barang
Jika dokumen tidak lengkap, barang bisa tertahan lebih lama. Akibatnya, biaya storage atau handling tambahan bisa muncul.
Menghemat biaya impor bukan hanya soal menekan ongkir, tetapi juga mencegah biaya akibat dokumen bermasalah.
8. Komunikasi dengan Seller Sebelum Bayar
Sebelum membayar, pastikan Anda sudah bertanya ke seller tentang:
- stok barang
- harga final
- berat dan ukuran packing
- ongkir domestik
- estimasi waktu kirim
- apakah barang mengandung baterai
- apakah barang butuh packing tambahan
Komunikasi yang jelas sejak awal bisa mencegah salah kirim, biaya tambahan, dan keterlambatan.
9. Negosiasi Harga dan Ongkir Domestik
Harga yang tertera di marketplace China belum tentu harga final. Seller kadang masih bisa memberi potongan, terutama jika Anda membeli dalam jumlah tertentu.
Selain harga barang, Anda juga bisa menanyakan kemungkinan pengurangan biaya:
- ongkir lokal China
- biaya packing
- harga grosir
- diskon repeat order
Negosiasi kecil bisa berdampak besar jika dilakukan secara konsisten.
10. Ambil Barang Tepat Waktu dari Gudang
Setelah barang tiba dan siap diambil, jangan menunda terlalu lama.
Jika barang terlalu lama berada di gudang, Anda bisa terkena:
- storage charge
- warehouse charge
- demurrage
- detention
Biaya ini sering tidak disadari, padahal bisa membuat total ongkos impor membengkak.
Pantau status pengiriman dan siapkan pengambilan barang sejak awal agar tidak kena charge tambahan.
11. Gunakan Forwarder yang Transparan
Forwarder yang murah belum tentu paling hemat. Yang paling penting adalah transparansi biaya dan kejelasan layanan.
Pilih forwarder yang bisa menjelaskan:
- estimasi biaya
- minimum charge
- jalur pengiriman
- estimasi waktu
- risiko barang
- biaya tambahan jika ada
Forwarder yang jelas membantu Anda menghitung modal dengan lebih aman.
12. Jangan Under Declare Nilai Barang
Sebagian importir mencoba menekan biaya dengan menurunkan nilai barang secara tidak wajar. Cara ini berisiko.
Jika nilai dianggap tidak masuk akal, barang bisa diperiksa lebih detail, pajak bisa dikoreksi, dan proses bea cukai menjadi lebih lama.
Lebih baik menggunakan nilai yang wajar agar proses tetap aman dan tidak menimbulkan masalah.