Omzet Penjualan Tinggi, Kenapa Keuntungan Bisnis Impor Masih Kecil?
Memiliki penjualan yang tinggi tentu menjadi kabar baik bagi pelaku bisnis impor.
Namun, omzet besar tidak selalu berarti keuntungan yang diperoleh juga besar.
Ada bisnis yang berhasil menjual banyak produk setiap bulan, tetapi setelah seluruh pengeluaran dihitung, keuntungan yang tersisa ternyata tidak terlalu besar.
Kondisi tersebut sering terjadi ketika pemilik usaha belum memisahkan omzet, modal barang, dan biaya operasional.
Pahami Perbedaan Omzet dan Keuntungan
Omzet adalah total nilai penjualan yang dihasilkan bisnis dalam periode tertentu.
Sementara keuntungan dihitung setelah biaya yang relevan dikurangi dari pendapatan.
Misalnya sebuah toko berhasil menjual 100 produk dengan harga Rp100.000 per pcs.
Total omzetnya adalah Rp10.000.000.
Namun, jika modal setiap produk Rp65.000, total modal barang yang terjual mencapai Rp6.500.000.
Masih terdapat biaya penjualan lain yang harus diperhitungkan.
Biaya Penjualan Bisa Mengurangi Keuntungan
Bagi importir yang menjual produk melalui marketplace, biaya penjualan juga perlu diperhatikan.
Misalnya:
| Komponen | Nominal |
|---|---|
| Omzet penjualan | Rp10.000.000 |
| Modal barang terjual | Rp6.500.000 |
| Biaya marketplace | Rp700.000 |
| Biaya iklan | Rp500.000 |
| Biaya packing | Rp200.000 |
| Biaya operasional lainnya | Rp400.000 |
| Sisa keuntungan | Rp1.700.000 |
Contoh tersebut menunjukkan bahwa dari omzet Rp10 juta, keuntungan yang tersisa hanya Rp1,7 juta sebelum kewajiban lain yang belum diperhitungkan.
Kenali Margin Keuntungan
Margin membantu melihat berapa persen keuntungan dibandingkan dengan penjualan.
Rumus sederhananya:
Margin keuntungan = Keuntungan ÷ Penjualan × 100%
Jika keuntungan Rp1.700.000 dan omzet Rp10.000.000, marginnya adalah 17%.
Margin berbeda dengan markup, yaitu persentase kenaikan harga dari modal.
Keduanya tidak boleh tertukar ketika menentukan strategi harga.
Jangan Mengandalkan Penjualan Banyak Saja
Menambah jumlah transaksi memang dapat meningkatkan omzet.
Namun, jika setiap penjualan memiliki biaya terlalu besar, kenaikan omzet belum tentu meningkatkan keuntungan sesuai harapan.
Pemilik usaha perlu mengevaluasi produk mana yang paling menguntungkan dan produk mana yang membutuhkan terlalu banyak biaya promosi.
Catat Hasil Penjualan Secara Berkala
Pencatatan membantu mengetahui kondisi bisnis yang sebenarnya.
Data yang perlu diperhatikan antara lain omzet, modal barang terjual, biaya promosi, biaya marketplace, retur, dan biaya operasional.
Dengan informasi tersebut, strategi harga dan penjualan dapat diperbaiki.
Kesimpulan
Omzet tinggi merupakan salah satu indikator aktivitas penjualan, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan bisnis impor.
Keuntungan yang sebenarnya baru terlihat setelah seluruh biaya diperhitungkan.
Karena itu, importir perlu memahami perbedaan antara omzet, modal, margin, dan keuntungan agar tidak salah menilai kondisi usahanya.